Minggu, 02 Januari 2011

PENYAKIT PADA SISTEM PERNAPASAN PADA MANUSIA

Kusta pertama kali di ketahui dari abad ke 6 melalui tulisan orang Indian. Penyakit ini merupakan penyakit kronis yang tidak membahayakan nyawa tetapi merusak sistem kulit, saraf, pernafasan, mata dan testis. Perjalanan penyakit ditandai dengan hilangnya anggota gerak apabila penyakit tidak di terapi secara baik.
Penyakit Kusta (Leprocy) bukan penyakit keturunan, bukan pula disebabkan oleh kutukan, guna-guna, dosa atau makanan. Kusta merupakan penyakit menular dan menahun yang disebabkan oleh kuman Myctobacterium Leprae. Penyakit ini menyerang kulit, saraf tepi dan dapat pula menyerang jaringan tubuh lainnya kecuali otak.
Myobacterium leprae merupakan satu famili dengan M. tuberculosis penyebab TBC. Memiliki sifat obligat intraseluler dan tahan asam, pada beberapa  jenis telah mengalami perubahan dari sifat akibat perubahan gen yang menyebabkan bakteri dapat bertahan di lingkungan selama beberapa bulan.
Pada penderita yang tidak dilakukan terapi dengan baik akan terjadi peningkatan angka bakteri di kulit (MI), dan ketebalan bakteri di kulit (BI) hingga 6 kali lipat dibandingkan dengan terapi efektif.
Bakteri lepra merupakan salah satu bakteri yang hanya tumbuh dan berkembang pada manusia saja. Walaupun demikian bakteri ini masih belum dapat di biakan karena sulitnya mencari media yang cocok, media yang paling baik sampai saat ini adalah telapak kaki tikus. Bakteri lepra akan berkembang biak dengan baik pada jaringan yang lembab (kulit, saraf perifer, ruang depan mata, saluran nafas bagian atas, dan testis), dan pada daerah yang lebih hangat dari tubuh (ketiak, lipat paha, kepala, dan pertengahan punggung).
Penyakit lepra merupakan penyakit yang menyebar hampir di seluruh dunia, terutama di negara berkembang, dengan insidensi paling banyak berada di Afrika. Peningkatan penyakit yang tiba-tiba biasanya bersifat tidak merata, dimana di satu daerah memiliki insidensi yang tinggi dan pada daerah tetangganya memiliki insidensi yang kecil.
Penyakit lepra berhubungan dengan kemiskinan dan pedesaan. Penyakit ini tidak berhubungan dengan HIV-AIDS karena memiliki angka inkubasi yang panjang. Kusta lebih banyak menyerang laki laki dewasa ketimbang wanita dan anak anak.
Penularan Kusta melalui infeksi lendir hidung yang menginfeksi secara langsung, atau melalui tanah yang subur, seperti di India insidensi paling sering pada perkotaan dari pada desa. Hal ini terbukti bahwa bakteri lepra terdapat pada tanah di daerah yang endemik lepra tinggi. Inokulasi pada kulit yang pecah dapat menular secara langsung, dengan lokasi yang paling sering pada anak-anak di bokong dan lipat paha.
Penelitian lain masih memperkirakan penularan melalui serangga seperti nyamuk, karena pada daerah endemis diketahui bahwa darah yang terdapat dalam nyamuk mengandung lepra.
Masa inkubasi lepra bervariasi dari 2 minggu sampai 4 tahun, walaupun secara umum durasi sepanjang 5 – 7 tahun. Manifestasi lepra sangat bervariasi bergantung terhadap penyebaran bakteri dan gejala yang timbul pada kulit dan sistem persarafan.
Secara umum bahwa gejala yang timbul hanya pada kulit dan saraf permukaan. Kulit yang mengalami gangguan berbentuk makula hipopigmentasi ( perubahan warna kulit seperti panu) satu atau beberapa buah yang jelas terlihat, pada batas dengan kulit yang sehat tampak penebalan, dan tidak adanya organ kulit (rambut, kelenjar keringat) sehingga kulit menjadi kering, dan bersisik. Gejala yang lebih lanjut lagi pada kulit yang berubah warna dan anggota gerak mengalami mati rasa sehingga bila tangan menyentuh benda panas atau terluka karena sesuatu tidak terasa.
Kusta yang tidak diterapi dengan baik mengakibatkan kerusakan sistem saraf, kehilangan indra perasa, demam, gangguan pergerakan anggota gerak, kerontokan alis mata dan bulu mata,  kehilangan tulang rawan hidung,  kerusakan mata dan gangguan penglihatan, kerusakan  pada testis sehingga tergangggunya produksi sperma yang akibatnya penderita menjadi steril (mandul).
Pemberian vaksin BCG (bacille Calmette Gu?rin) untuk tindakan pencegahan  telah terbukti efektif untuk mencegah lepra hingga 80%. Sedangkan untuk pengobatan masih menggunakan cukup efektif menggnakan Dapson sebagai antibiotik dan atu rifampisin.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar